Powered By Blogger

Senin, 18 April 2011

askep hipertensi

ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) HIPERTENSI
HIPERTENSI
  1. Pengertian
Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolic 120 mmHg (Sharon, L.Rogen, 1996).
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHG (Luckman Sorensen,1996).
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg ataulebih. (Barbara Hearrison 1997)
  1. Etiologi
Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer.
Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:
    • Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atautransport Na.
    • Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkantekanan darah meningkat.
    • Stress Lingkungan.
    • Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua sertapelabaran pembuluh darah.
Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
    1. Hipertensi Esensial (Primer)
      Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, systemrennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress.
    2. Hipertensi SekunderDapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vakuler renal.
      Penggunaan kontrasepsi oral yaitu pil. Gangguan endokrin dll.
  1. Patofisiologi
    Menurunnya tonus vaskuler meransang saraf simpatis yang diterukan ke seljugularis. Dari sel jugalaris ini bias meningkatkan tekanan darah. Danapabila diteruskan pada ginjal, maka akan mempengaruhi eksresi pada rennin yang berkaitan dengan Angiotensinogen. Dengan adanya perubahan pada angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh darah, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkanretensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanandarah. Dengan Peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan pada organ organ seperti jantung.
  1. Manifestasi KlinisManifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah :
1.     
    • Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg
    • Sakit kepala
    • Epistaksis
    • Pusing / migrain
    • Rasa berat ditengkuk
    • Sukar tidur
    • Mata berkunang kunang
    • Lemah dan lelah
    • Muka pucat
    • Suhu tubuh rendah



  1. Pemeriksaan Penunjang
    • Pemeriksaan Laborat
      • Hb/Ht : untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan(viskositas) dan dapat mengindikasikan factor resiko seperti : hipokoagulabilitas, anemia.
      • BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal.
      • Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapatdiakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.
      • Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisaratkan disfungsi ginjal danada DM.
    • CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral, encelopati
    • EKG : Dapat menunjukan pola regangan, dimana luas, peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi.
    • IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : Batu ginjal,perbaikan ginjal.
    • Photo dada : Menunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup,pembesaran jantung.

  1. Penatalaksanaan
    • Penatalaksanaan Non Farmakologis
1.     
o   
      • DietPembatasan atau pengurangan konsumsi garam. Penurunan BB dapat menurunkan tekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin dalam plasma dan kadar adosteron dalam plasma.
      • Aktivitas
        Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan denganbatasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan, jogging,bersepeda atau berenang.
    • Penatalaksanaan Farmakologis
      Secara garis besar terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu:
      • Mempunyai efektivitas yang tinggi.
      • Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal.
      • Memungkinkan penggunaan obat secara oral.
      • Tidak menimbulakn intoleransi.
      • Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.
      • Memungkinkan penggunaan jangka panjang.
Golongan obat – obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi sepertigolongan diuretic, golongan betabloker, golongan antagonis kalsium,golongan penghambat konversi rennin angitensin.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Hipertensi
  1. Pengkajian
    • Aktivitas/ Istirahat
      • Gejala : kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton.
      • Tanda :Frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea.
    • Sirkulasi
      • Gejala :Riwayat Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner/katup dan penyakit cebrocaskuler, episode palpitasi.
      • Tanda :Kenaikan TD, Nadi denyutan jelas dari karotis, jugularis,radialis, tikikardi, murmur stenosis valvular, distensi vena jugularis,kulit pucat, sianosis, suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisiankapiler mungkin lambat/ bertunda.
    • Integritas Ego
      • Gejala :Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, factor stress multiple(hubungan, keuangan, yang berkaitan dengan pekerjaan.
      • Tanda :Letupan suasana hat, gelisah, penyempitan continue perhatian,tangisan meledak, otot muka tegang, pernafasan menghela, peningkatan pola bicara.
    • Eliminasi
      • Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayatpenyakit ginjal pada masa yang lalu).
    • Makanan/cairan
      • Gejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam, lemak serta kolesterol, mual, muntah dan perubahan BB akhir akhir ini(meningkat/turun) Riowayat penggunaan diuretic
      • Tanda: Berat badan normal atau obesitas,, adanya edema, glikosuria.
    • Neurosensori
      • Genjala: Keluhan pening pening/pusing, berdenyu, sakit kepala,subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontansetelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia, penglihatan kabur,epistakis).
      • Tanda: Status mental, perubahan keterjagaan, orientasi, pola/isi bicara,efek, proses piker, penurunan keuatan genggaman tangan.
    • Nyeri/ ketidaknyaman
      • Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung),sakitkepala.
    • Pernafasan
      • Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea,ortopnea,dispnea, batuk dengan/tanpa pembentukan sputum, riwayat merokok.
      • Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyinafas tambahan (krakties/mengi), sianosis.
    • Keamanan
      • Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan, hipotensi postural.
  1. Diagnosa Keperawatan yang Muncul
    • Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload, vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular.
    • Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2.
    • Gangguan rasa nyaman : nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral.
    • Potensial perubahan perfusi jaringan: serebral, ginjal, jantung berhubungan dengan gangguan sirkulasi.
  1. Intervensi
    Diagnosa Keperawatan 1. :
    Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload, vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular.
    Tujuan : Afterload tidak meningkat, tidak terjadi vasokonstriksi, tidak terjadi iskemia miokard.
    Kriteria Hasil : Klien berpartisifasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / bebankerja jantung , mempertahankan TD dalam rentang individu yang dapatditerima, memperlihatkan norma dan frekwensi jantung stabil dalam rentangnormal pasien.
    Intervensi :
    • Pantau TD, ukur pada kedua tangan, gunakan manset dan tehnik yang tepat.
    • Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer.
    • Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas.
    • Amati warna kulit, kelembaban, suhu dan masa pengisian kapiler.
    • Catat edema umum.
    • Berikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas.
    • Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditemapt tidur/kursi
    • Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan
    • Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung dan leher
    • Anjurkan tehnik relaksasi, panduan imajinasi, aktivitas pengalihan
    • Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah
    • Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi
    • Kolaborasi untuk pemberian obat-obatan sesuai indikasi.
Diagnosa Keperawatan 2. :
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2.
Tujuan : Aktivitas pasien terpenuhi.
Kriteria Hasil :Klien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan / diperlukan,melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur.
Intervensi :
    • Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas dengan menggunkan parameter :frekwensi nadi 20 per menit diatas frekwensi istirahat, catat peningkatanTD, dipsnea, atau nyeridada, kelelahan berat dan kelemahan, berkeringat,pusig atau pingsan. (Parameter menunjukan respon fisiologis pasienterhadap stress, aktivitas dan indicator derajat pengaruh kelebihan kerja/ jantung).
    • Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas contoh : penurunan kelemahan / kelelahan, TD stabil, frekwensi nadi, peningkatan perhatian padaaktivitas dan perawatan diri. (Stabilitas fisiologis pada istirahatpenting untuk memajukan tingkat aktivitas individual).
    • Dorong memajukan aktivitas / toleransi perawatan diri. (Konsumsioksigen miokardia selama berbagai aktivitas dapat meningkatkan jumlah oksigen yang ada. Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatantiba-tiba pada kerja jantung).
    • Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan anjurkan penggunaan kursi mandi, menyikat gigi / rambut dengan duduk dan sebagainya. (teknik penghematan energi menurunkan penggunaan energi dan sehingga membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen).
    • Dorong pasien untuk partisifasi dalam memilih periode aktivitas.(Seperti jadwal meningkatkan toleransi terhadap kemajuan aktivitas danmencegah kelemahan).
Diagnosa Keperawatan 3. :
Gangguan rasa nyaman : nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral
Tujuan : Tekanan vaskuler serebral tidak meningkat.
Kriteria Hasil : Pasien mengungkapkan tidak adanya sakit kepala dan tampak nyaman.
Intervensi :
1.     
    • Pertahankan tirah baring, lingkungan yang tenang, sedikit penerangan
    • Minimalkan gangguan lingkungan dan rangsangan.
    • Batasi aktivitas.
    • Hindari merokok atau menggunkan penggunaan nikotin.
    • Beri obat analgesia dan sedasi sesuai pesanan.
    • Beri tindakan yang menyenangkan sesuai indikasi seperti kompres es, posisi nyaman, tehnik relaksasi, bimbingan imajinasi, hindari konstipasi.
Diagnosa keperawatan 4. :
Potensial perubahan perfusi jaringan: serebral, ginjal, jantung berhubungan dengan gangguan sirkulasi.
Tujuan : Sirkulasi tubuh tidak terganggu.
Kriteria Hasil : Pasien mendemonstrasikan perfusi jaringan yang membaik seperti ditunjukkan dengan : TD dalam batas yang dapat diterima, tidak ada keluhan sakit kepala, pusing, nilai-nilai laboratorium dalam batas normal.
Intervensi :
1.     
    • Pertahankan tirah baring; tinggikan kepala tempat tidur.
    • Kaji tekanan darah saat masuk pada kedua lengan; tidur, duduk dengan pemantau tekanan arteri jika tersedia.
    • Pertahankan cairan dan obat-obatan sesuai pesanan.
    • Amati adanya hipotensi mendadak.
    • Ukur masukan dan pengeluaran.
    • Pantau elektrolit, BUN, kreatinin sesuai pesanan.
    • Ambulasi sesuai kemampuan; hindari kelelahan.

Selasa, 22 Maret 2011

Makanan usia toddler


A.       Makanan Untuk Usia Toddler
Toddler adalah anak yang berusia 1-3 tahun. Makanan usia toddler banyak tergantung pada orang tua atau pengasuhnya, karena anak anak ini belum dapat menyebutkan nama makanan yang dia inginkan, dan orang tuanyalah yang memilihkan untuk anak. Jadi, dapat dikatakan bahwa tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun atau usia toddler sangat tergantung pada bagaimana orangtuanya mengatur makanan anaknya.
Kecepatan perkembangan turun ketika usia toddler. Kebutuhan anak akan nutrien relatif berkurang dibandingkan usia sebelumnya. Perhitungannya diutamakan pada kebutuhan kalori, protein, vitamin. Kalsium dan fospor pun penting untuk perkembangan tulang. Toddler lebih tertarik dalam lingkungan dan meningkatkan keterampilan motorik dibanding dengan makanan, maka dari itu makanan yang disajikan harus selalu bervariasi.
PRINSIP PEMBERIAN MAKANAN PADA ANAK
  1. Tinggi energi, protein, vitamin dan mineral
  2. Dapat diterima oleh anak dengan baik
  3. Diproduksi setempat dan menggunakan bahan-bahan setempat
  4. Mudah didapat dalam bentuk kering dengan demikian mudah disimpan dan praktis penggunaannya
  5. Ringkas tetapi mempunyai nilai gizi maksimum
 Hidangan merupakan jenis makanan yang disajikan untuk dimakan. Disini peran orang tua harus memutuskan apa yang anaknya harus makan, khususnya pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini anak bersifat konsumen pasif dan rentan terhadap penyakit gizi (KKP dan anemia) . Anak harus memutuskan seberapa banyak. Jadi tidak boleh memberlakukan ”habiskan makanan dipiringmu” tetapi ”cobalah sedikit segala makanan”.
Jenis makanan anak ini termasuk buah, kue, semua jenis makanan lunak dan makanan berasa, disamping asi atau susu yang mungkin masih diperlukan. Makanan lunak biasanya dikonsumsi bagi anak yang belum memilika geraham, anak berumur 1 ½ tahun – 2 tahun biasanya memiliki geraham maka bisa diberikan makanan biasa asalkan tidak pedas, berlemak, dan merangsang. Pemberian sayuran dan buah-buahan harus bervariasi, minyak dapat diganti margarin, gula pasir dapat diganti gula merah atau gula batu atau madu,
Usia toddler memerlukan minimum dua porsi (480 g) kelompok susu setiap hari untuk memberikan protein, kalsium, riboflavin, dan vitamin A da B12. Susu yang diperkaya memberikan vitamin D dan tambahan vitamin A. Keseluruhan susu harus digunakan sampai toddler mencapai usia 2 tahun untuk membantu meningkatkan asupan asam lemak yang cukup. Separuh dari asupan protein toddler harus mengandung nilai protein biologi tinggi.
Pada usia toddler biasanya lebih menyukai makanan manis seperti, cokelat, permen, dan eskrim. Sedangkan sayuran kurang disukai, keadaan ini harus lebih diperhatikan agar anak dapat menyukai berbagai jenis sayuran.
Makanan kecil boleh diberikan antara 2 waktu makan, sepanjang tidak mengurangi selera makan. Dalam keadaan tertentu anak lebih menyukai makanan kecil daripada makanan utama. Hal ini masih diperbolehkan selama kandungan nutrien dalam makanan kecil tersebut masih terpenuhi dan hal ini hanya bersifat sementara. Jadwal pemberian makan untuk usia ini tidak berbeda dengan jadwal makan orang dewasa.


Rabu, 16 Maret 2011

makalah merapikan tempat tidur

BAB I
PENDAHULUAN

I.1   Latar Belakang
            Merapikan tempat tidur merupakan tanggung jawab perawat. Perawat menjaga kebersihan dan kemyamanan tempat tidur. Hal ini memerlukan pemeriksaan yang sering untuk memastikan linen tempat tidur bersih, kering, dan bebas kerutan. Perawat biasanya merapikan tempat tidur klien setelah klien  mandi, selama klien mandi atau showering, atau ketika klien keluar ruangan untuk tes atau prosedur. Sepanjang hari perawat meluruskan linen yang  makanan setelah makan dan menjadi basah atau kotor. Linen tempat tidur yang basah atau kotor harus diganti.


I.2   Tujuan Penulisan
a)        Tujuan Umum
Agar mahasiswa mengerti dan memahami mengenai “cara-cara merapikan tempat tidur dan merawat rambut dan kepala’’
Tujuan Khusus
Agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami mengenai :
1)      Cara Merapikan Tempat tidur
2)      Cara Merawat rambut dan kepala
   

     I.3   Sitematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN tersusun dari : Latar Belakang, Tujuan Penulisan, Sitematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN tersusun dari : pengertian,cara kerja
BAB III PENUTUP tersusun dari : Saran, Kesimpulan






BAB 2

PEMBAHASAN
                                                                                            

2.1       Merapikan  tempat  tidur
            Merapikan tempat tidur merupakan tanggung jawab perawat. Perawat menjaga kebersihan dan kemyamanan tempat tidur. Hal ini memerlukan pemeriksaan yang sering untuk memastikan linen tempat tidur bersih, kering, dan bebas kerutan. Perawat biasanya merapikan tempat tidur klien setelah klien  mandi, selama klien mandi atau showering, atau ketika klien keluar ruangan untuk tes atau prosedur. Sepanjang hari perawat meluruskan linen yang menjadi tak beraturan atau berkerut. Linen tempat tidurjuga harus diperiksa dari partikel makanan setelah makan dan menjadi basah atau kotor. Linen tempat tidur yang basah atau kotor harus diganti.


Tujuan  tindakan

            Pemenuhan  kebutuhan  ini  untuk  memberi  kenyamanan  pada  pasien  dalam  memenuhi  kebutuhan  dirinya.


Alat  dan  bahan

1.      Tempat  tidur, kasur, dan  bantal
2.      Seprai  besar
3.      Seprai  kecil
4.      Sarung  bantal
5.      Perlak
6.      Selimut



Prosedur  kerja

1.      Cuci  tangan.
2.      Atur  tempat  tidur, kasur, dan  bantal.
3.      Pasang  seprai  besar  dengan  garis  tengah  lipatan  tepat  di  tengah  kasur/tempat tidur, bagian  atas  seprai  dimasukkan  di  bawah  kasur  kemudian  bagian  bawahnya.
4.      Atur  sisi  kedua  samping  seprai  atau  tempat  tidur  dengan  sudut  90  derajat, lalu  masukan  ke  bawah  kasur.
5.      pasang  perlak  di  tengah  tempat  tidur.
6.      Pasang  seprai  kecil  di  atas  perlak.
7.      Lipatkan  selimut  menjadi  4  secara  terbalik  dan  pasang  bagian  bawah, ujung  selimut  masukkan  ke  dalam  bawah  kasur.
8.      Pasang  sarung  bantal.
9.      Cuci  tangan  setelah  prosedur  dilakukan.

2.2       MERAWAT RAMBUT

            Merawat rambut merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk mencuci dan menyisir rambut.


Tujuan

1.      Menghilangkan mikroorganisme kulit kepala.
2.      Menambah rasa nyaman.
3.      Membasmi kutu atau ketombe yang melekat pada kulit.
4.      Memperlancar sistem peredaran darah di bawah kulit.


Alat dan Bahan

1.      Handuk secukupnya
2.      Perlak atau pengalas
3.      Baskom berisi air hangat
4.      Sampo atau sabun dalam tempatnya
5.      Kasa dan kapas
6.      Sisir
7.      Bengkok
8.      Gayung
9.      Ember kosong

Prosedur kerja

1.      Jelaskan prosedur pada klien.
2.      Cuci tangan
3.      Tutup jendela atau pasang sampiran
4.      Atur posisi pasien ( manusia coba ) setengah duduk atau tidur.
5.      Setelah posisi tidur lalu letakan perlak/pengalas di bawah kepala pasien dan perlak/pengalas diarahkan ke bawah dengan digulung bagian tepi menuju tempat penampung ( baskom ).
6.      Letakan baskom di bawah tempat tidur tepat di bawah kepala pasien.
7.      Tutup telinga dengan  kapas.
8.      Tutup dada dengan handuk sampai  ke leher.
9.      Kemudian sisir rambut dan lakukan pencucian dengan air hangat selanjutnya menggunakan sampo dan bilas dengan air hangat sambil di pijat.
10.  setelah selesai keringkan rambut dan sisir.
11.  Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.














KATA PENGANTAR

Assallamu’alaikum wr.wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Anatomi yang di berikan oleh Dosen pengajar. dalam makalah ini penulis membahas tentang Fisiologi Paru-paru.Dengan pertimbangan materi di atas merupakan bahan Ujian Semester sehingga dapat membantu untuk lebih memahami materi Anatomi fisiologi.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis menyadari adanya berbagai kekurangan,baik dalam isi materi maupun penyusunan kalimat. Namun demikian, perbaikan merupakan hal yang berlanjut sehingga kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini sangat penulis harapkan.
Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada Dosen Pengajar dan teman-teman sekalian yang telah membaca dan mempelajari makalah ini.
Wassalamu’alaikum wr.wb

Cianjur,    November 2010

Penulis



















DAFTAR ISI

       halaman
KATA PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1. Latar belakang................................................................................ 1
1.2. Tujuan Penulisan............................................................................ 1
1.3. Sistematika penulisan..................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 3
2.1 Merapikan tempat tidur .............................................................. 3
2.2 perawatan rambut........................................................................ 4
BAB III PENUTUP...................................................................................... 8
3.1 Kesimpulan.................................................................................. 8
3.2 Saran............................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 9


























MERAPIKAN TEMPAT TIDUR
PERAWATAN RAMBUT DAN KEPALA

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salasatu tugas mata kuliah KDM






Disusun oleh :
Adha J.R
Arif
annisa




PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN  CIANJUR
AKADEMI KEPERAWATAN
2010




BAB III
PENUTUP

III. 1    Simpulan
                                Merapikan tempat tidur merupakan tanggung jawab perawat. Perawat menjaga kebersihan dan kemyamanan tempat tidur

III. 2    Saran
Semoga makalah ini menjadi bermanfaat dan menjadi referensi yang layak bagi rekan-rekan mahasiswa khususnya dan pembaca umumnya.

































Merapikan tempat tidur yang ditempati pasien

1.      Tempatkan kursi memunggungi sisi bawah tempat tidur
2.      Lepaskan alas pada satu sisi tempat tidur, baru pada sisi yang lain
3.      Angkat semua bantal kecualli satu
4.      Lepaskan sarung bantal lalu letakan di kursi
Mengganti alas tempat tidur (seprai)
1.      Rapikan penutup kasur
2.      Letakan seprei bersih separuh tergulung memanjang menyebelah gulungan seprei kotor
3.      Selipkan separu seprei dan atur sudutnya dengan cara mitre
4.      Kalau menggunakan alas plastik gulung disetengah bagian tempat tidur lalu selipkan.jika menggunakan alas khusus yang perlu diganti tempatkan dahuluyang bersih setengah tegulung memanjang disamping yang kotor dan selipkan separuh sisanya , kalau alas ini bersih tarik dan selipkan.
5.      Palingkann pasien hingga berbaring pada punggung melewati kain yang tergulung terus kesisi yang lain . tarik bantal perlahan kesisi anda dan juga agar kepala pasien tetap diatas bantal.
6.      Pergilah kesisi lain tempat tidur , tarik dan angkat alas yang kotor,luruskan penutup kasur.
7.      Kalau alas masih bersih dan tidak perlu diganti maka luruskan “MITRE” sudut-sudutnya dan selipkan dibawah kasur. Tarik masuk alas khusus  dan lapis plastik nya lalu selipkan.
8.      Kalau anda mengganti seprei , gulung seprei yang bersih selipkan dan susun sudut nya  dengan cara mitre . lepaskan kembali gulungandanselipkan lapisan plastik dan alas khusus tersebut.
9.      Gulingkan pasien agar berbaring terlentang ditengah tenpat tidur,tempatkan pada posisi yang nyaman, ganti sarung bantal apabila perlu dan tempatkan kembali
10.  Mengganti selimut. Angkat tutup atas atau selimut yang menutupi pasien,kalau memang ada ganti dengan yang bersih apabila perlu.
11.  Bereskan tempat tidur,lipat tutup atas dan selimut , mitre sudut  nya lipat tutup atas di atas bedcover
12.  Ganti tutup atas dan dupet sesuai kondisi
13.  Perhatikan agar pasien cukup nyaman.
14.  Bersihkan semua peralatan letakan semua perabotan yang tadi dipindahkan jangan lupa untuk mencucu tangan.


Cara melipat sisi seprei
1.      melipat dengan cara mitred cortnes
Selipkan seprei dibagian bawah tempat tidur dan biarkan bagian sisi lepas, angkat sisi seprei sekitar 45 cm dari sudut ranjang. Selipkan bagian seprei atas yang tergantung  lepas dekat sudut tempat tidur. Sisi seprei lipat kebawah tempat tidur.

2.      Melipat seprei atau selimut di tempat tidur
Setelah seprei atau selimut dipasang diatas tempat tidur angkat dulu bagian tengah bawah sekitar 30 cm keatas sebelum anda selipkan kebawah kasur. Kemudian lipat kesatu sisi sedemikian rupa , selipkan seprei tersebut kebawah kasur.


Mengganti sarung bantal
Masukan tangan kesarung bantal . pegang sudut-sudut terjauh bantal tersebut lalu lipatkan posisinya didalam sarung bantal secara bertahap masukan bantal kedalam sarungnya.